Sabtu, 30 Juli 2011

You-know-who

Baru saja ke Perpustakaan Kota Yogya. Numpang duduk-kerja-ketemu orang. Memang tidak saling kenal, saling sapa pun tidak. Tapi setidaknya jadi tidak lupa bahwa orang itu punya rasa ingin tahu, punya rasa ge-er jika diperhatikan (atau risih malah), dan senang merasa nyaman. Dus, di bawah kanopi beton yang pura-puranya artistik (tetapi tidak nyaman buat baca buku), kami bersama-sama mencoba menaga kenyamanan orang lain yang begitu sulit didapat akhir-akhir ini.

Jadi ingat you-know-who. Beliaunya di sela-sela tuduhan politik gincu branding image (lihat rujukan menggelitik di Kompas.com ini), ternyata barangkali ada faedahnya juga, yaitu untuk sementara membuat orang menjadi nyaman. Aku jadi teringat gaya bahasa standar karyawan hotel atau petugas call center. Yang penting tone-nya bagus dan enak di telinga. Nyaman buat kerja.

Tapi sobat, ternyata itu semua buyar saat harus putar otak untuk cari makan siang. Lah, sejak zaman Adam dulu manusia belum pernah didesain untuk kenyang karena mendengar pidato bagus. Mungkin you-know-who sudah nyicil ayem, karena bakat-bakatnya, ia akan gampang kalau mau melamar ke biro iklan. Jadi copywriter junior lah paling enggak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar